Rabu, 26 Oktober 2016

KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN



KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
SAPNA DEVIANA S. MANDRANG / 15010101067
PRODI : PAI C / III

I.       PENDAHULUAN
Tidak semua guru mampu menguasai media pembelajaran dengan baik. Maka, perlu adanya workshop dan seminar tentang pengoptimalan penggunaan media pembelajaran. Hal ini juga dilakukan di MTs. Guru Akidah Akhlak di MTs juga mendapatkan pelatihan dalam pengoptimalan media pembelajaran. Sehingga diharapkan guru Akidah Akhlak di MTs mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan baik dan menarik. yang pada nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Dengan adanya media pembelajaran yang menarik seperti tayangan atau tampilan yang dihasilkan dari media pembelajaran siswa akan mudah mengingat dan menyerap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran Akidah Akhlak yang selama ini lebih menekankan dalam metode hafalan terbukti tidak efektif. Karena peserta didik hanya mampu menguasai materi pembelajaran tetapi tidak bisa menerapkannya materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah sangat diperlukannya media pembelajaran yang menarik minat siswa untuk belajar.
Selain peningkatan prestasi belajar hal lain yang lebih penting adalah siswa mampu memahami materi pembelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena tujuan utama mata pelajaran akidah akhlak adalah siswa  mampu tertanamkannya rasa cinta kepada ALLAH subhana wa ta’ala dan siswa mampu menjalankan perintah ALLAH dan meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh-Nya



II.    KERANGKA TEORI
Menurut Fitriani Pristita Nur, penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan adanyaw media pembelajaran yang setiap siswa menggunakan laptop pribadi menunjukkan bahwa siswanya lebih aktif dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran, situasi kegiatan siswa lebih menyenangkan, siswa tidak tampak rasa lelah dan selalu memperhatikan materi yang disampaikan guru sehingga siswa  mampu membuat kesimpulan pada laptop masing-masing untuk dipresentasikan di depan kelas.
Khoirul Imron, menyimpulkan bahwa penerapan menggunakan media audio visual (aplikasi tajwid)  Qur’an menggunakan dua indera yaitu indera pendengar dan indera penglihatan. Sehingga siswa akan mudah mengerti isi atau materi mata pelajaran agama islam.
Menurut Danang Tunjung, media pembelajaran adalah sarana yang paling tepan dan efektif untuk menyampaikan pesan guru kepada peserta didk agar dapat menambah pengalaman belajar guna meningkatkan mutu pembelajaran dan efektivitas tujuan pembelajaran.

III. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif,  yaitu peneliitan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya, pelajar bagai metode ku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bebntu kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan bberbagai metode alamiah.



IV. PEMBAHASAN
A.    MACAM-MACAM MEDIA PEMELAJARAN
1.      KLASIFIKASI MEDIA
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan kepenerima pesan. Media audio berkaiatan erat dengan indra pendengaran. Contoh: media yang dapat dikelompokan dalam media audio diantaranya: radio, taperekorder, telfon, laboratorium bahasa, dal laian-lain.
2.      Media visual
Media visual yaitu media yang mengandalakan indra penglihatan. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu: (1) media  visual diam, (2) media visual gerak
a.       Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, fleshcard, gambar, pilhan, dan potongan gambar, filem bingkai, filem rangkai, OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain
b.      Media visual gerak contohnys gambar-gambar proyeksi bergerak seperti vilem bisu dan sebagainya.
3.      Media audio visual
Media audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media audio visual diam, (2) media audio visual gerak.
a)      Media audio visual diam dianataranya TV diam, filem rangakai bersuara, halaman bersuara, dan buku bersuara.
b)      Media audio gerak dianataranya filem TV, TV, filem bersuara, gambar bersuara, dan lain-lain.
4.      Media serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi disuatau daerah, disekitar sekolah atau dikolasi lain atau dimasyarakat yang daoat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh diantaranya: papn tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a.       Papan (board) yang termasuk dalam media diantaranya: papan tulis, papan bulletin, papan flannel, papan mahnetik, papan listrik, dan papan paku
b.      Media tiga dimensi diantaranya: model, mockup, dan diorama.
c.       Realaita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan realita missal,nya gurungan bawa kelinci, burung, ikan, dengan mengajak siswanya langsung kekebun atau kepeternakan sekolah.
d.      Sumber belajar pada masyaraktdiantaranya dengan kariya wisata dam berkemah Latuheru (1988) menyatakan bahwa (1) media pemelajarn berguna menarik minat siswa terhadap maetri pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kauat dan terpercaya.
Menurt Heinich, Malenda, Russel (1989) dan Ildap Prayitno (1989) mengemukakannkeuntungan penggunaa media dalam pembdelajarn adalah:
1.      Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konsep tual, sehingga mengurangi kesalapahaman siswa dalam mempelajari nya.
2.      Meningkatakan minat siswa untuk materi pelajaran.
3.      Memberikan pengalaman nyata yang merangsang diri sendiri untuk belajar.
4.      Dapat mengembanagkan jalan yang berkelanjutan.
5.      Menyediakan penglaman-pengalaman yang tidak mudah di dapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran dan proses berpikir siswa. Manfaat positif dari penggunaan media pemelajaran sebagai integral penagajaran dikelas adalah sebagai berikut:
1.      Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
2.      Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetapnterjaga dan memperhatikan
3.      Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologi yang diterima dalam hal partisipasi siswa, upan balik, dan penguatan.
4.      Lama waktunpengjaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa
5.      Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.
6.      Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana yang diinginkan.
7.      Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8.      Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif, dalam proses belajar mengajar.

B.     BERBAGAI JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada tersedia dilingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang. Berbagai sudut pandang menggolongkan jenis-jenis media. Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsure pokok (suara, visual, dan gerak),
1.      Media audio
2.      Media cetak
3.      Media visual diam
4.      Media visual gerak
5.      Media audio semi gerak
6.      Media visual gerak
7.      Media audio visual gerak
8.      Media audio visual diam

Anderson (1976) menggolongkan 10 media :
1.      Audio : kaset audi, siaran radio, CD, telepon
2.      Cetak : buku pelajaran, modul, brosu, leaflet, gambar
3.      Audio-cetak : kaset audio yangdilengkapi bahan tertulis
4.      Proyeksi visual diam : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5.      Proyeksi audio visiual diam: vilewm bingkai slide bersuara
6.      Visual gerak: vilem bisu
7.      Audio visual gerak: filem gerak bwrsuara, vido/Pvcd TV,
8.      Obyek fisik: benada nyata, model, specimen
9.      Manusia dan lingkunagan: guru, pustakawan, laboran
10.  Computer: CAI Schraam (1985) menggolongkan media bedasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (filem, TV, video/VCD) dan media sederhana (slide, audiuo, transfaransi, teks).
Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauanya, yaitu media masal (liputanya luas dan serentak/radio, TV,), media kelompok (liputanya seluas ruanagan/kaset audio, video, OHP, slide dan lain-lain), media indifidual ( utuk perorangan/buku teks, telepon, CAI).
Hendrick, ddk menggolongkan:
1.      Media yang tidak diproyeksikan
2.      Media yang diproyeksikan
3.      Media audio
4.      Media video
5.      Media berbasis computer
6.      Multi media kid.
Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual. Jenis media belajar, diantaranya:
1.      Media visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, karton, komik,
2.      Media audial: radio, teprekorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.      Projected still media: slide, overhead projector (OHP), LCD proyektor dan sejenisnya
4.      Projector mation media: filem, TV, video (VCD, DVD, VTR), computer dan sejenisnya
5.      Study Tourt media: pembelajaran langsung keobjek atau tempat seperti museum, candi, dan lain-lain.
Sejalan dengan perkembanagan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, procted still media mauapun project motion media bisa dilakauakan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja. Yang disebut multi media contoh: xdewasa ini penggunaan computer tidak hanaya bersifat projected mation media, namaun dapat meramu semua jenis media yang bersifat inter aktif.


MEDIA VISUAL
1.      Media yang tidak diproyeksikan
a.       Media realita adalah benda nyaa. Benda tersebut tidak harus dihadirkan diruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek. Misalkan untuk mempelajari keragaman makhluk hidup
b.      Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia.
c.       Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui symbol-simbol visual.  Jenis-jenis media grafis :
1)      Gambar / foto :paling umum digunakan
2)      Sketsa : gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
3)      Diagram / skema :gambar sederhana yang menggunakan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Mislanya untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel sampai organism
4)      Bagan / chart : menyajikan idea atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna sesuatu selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari pengajian
5)      Grafik : gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, symbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misalnya untuk mempelajari pertumbuhan
2.      Media proyeksi
1.      Transparansi OPH merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa).
2.      Film bingkai / slide adalah film transparan yang numumnya berukuran 35 mm dandi beri
3.      bingkai 2x2 inci.

MEDIA AUDIO
1.      Radio
Radio merupakan perlengkapan elektroknik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan actual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dsb.
2.      Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan disekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
MEDIA AUDIO-VISUAL
1.      Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2.      Media computer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara, dan gambar computer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan computer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hamper tanpa batas.











V.       DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm.
82-87.
Anderson, Ronald H. (1976). Selecting and Developing Media for
Instruction,. Westcounsin: ASTD.
Cecep Kustandi dan Bambang Sudjipto, Media Pembelajaran, (Bogor:
Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 33.
Heinich, Robert, Cs. (1982). Instructional Media. New York: John Wiley &
Sons.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991). Media Pengajaran. Bandung:
Sinar Baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar