KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
SAPNA DEVIANA S. MANDRANG / 15010101067
PRODI : PAI C / III
I.
PENDAHULUAN
Tidak semua guru mampu menguasai media pembelajaran dengan baik. Maka,
perlu adanya workshop dan seminar tentang pengoptimalan penggunaan media pembelajaran.
Hal ini juga dilakukan di MTs. Guru Akidah Akhlak di MTs juga mendapatkan
pelatihan dalam pengoptimalan media pembelajaran. Sehingga diharapkan guru
Akidah Akhlak di MTs mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan baik dan
menarik. yang pada nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Dengan adanya media pembelajaran yang menarik seperti tayangan atau
tampilan yang dihasilkan dari media pembelajaran siswa akan mudah mengingat dan
menyerap materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran
Akidah Akhlak yang selama ini lebih menekankan dalam metode hafalan terbukti
tidak efektif. Karena peserta didik hanya mampu menguasai materi pembelajaran
tetapi tidak bisa menerapkannya materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah
sangat diperlukannya media pembelajaran yang menarik minat siswa untuk belajar.
Selain peningkatan prestasi belajar hal lain yang lebih penting adalah
siswa mampu memahami materi pembelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Karena tujuan utama mata pelajaran akidah akhlak adalah siswa mampu tertanamkannya rasa cinta kepada ALLAH
subhana wa ta’ala dan siswa mampu menjalankan perintah ALLAH dan meninggalkan
hal-hal yang dilarang oleh-Nya
II.
KERANGKA
TEORI
Menurut
Fitriani Pristita Nur, penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa, dengan adanyaw media pembelajaran yang setiap siswa
menggunakan laptop pribadi menunjukkan bahwa siswanya lebih aktif dan
bersemangat untuk mengikuti pembelajaran, situasi kegiatan siswa lebih
menyenangkan, siswa tidak tampak rasa lelah dan selalu memperhatikan materi
yang disampaikan guru sehingga siswa
mampu membuat kesimpulan pada laptop masing-masing untuk dipresentasikan
di depan kelas.
Khoirul Imron,
menyimpulkan bahwa penerapan menggunakan media audio visual (aplikasi
tajwid) Qur’an menggunakan dua indera
yaitu indera pendengar dan indera penglihatan. Sehingga siswa akan mudah
mengerti isi atau materi mata pelajaran agama islam.
Menurut Danang
Tunjung, media pembelajaran adalah sarana yang paling tepan dan efektif untuk
menyampaikan pesan guru kepada peserta didk agar dapat menambah pengalaman
belajar guna meningkatkan mutu pembelajaran dan efektivitas tujuan
pembelajaran.
III.
METODE
PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan pendekatan kualitatif, yaitu
peneliitan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh
subyek penelitian misalnya, pelajar bagai metode ku, persepsi, motivasi, tindakan,
dan lain-lain. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bebntu kata-kata
dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan
bberbagai metode alamiah.
IV.
PEMBAHASAN
A.
MACAM-MACAM
MEDIA PEMELAJARAN
1.
KLASIFIKASI
MEDIA
Media audio
berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan kepenerima pesan.
Media audio berkaiatan erat dengan indra pendengaran. Contoh: media yang dapat
dikelompokan dalam media audio diantaranya: radio, taperekorder, telfon,
laboratorium bahasa, dal laian-lain.
2.
Media
visual
Media visual
yaitu media yang mengandalakan indra penglihatan. Media visual dibedakan
menjadi dua yaitu: (1) media visual
diam, (2) media visual gerak
a.
Media
visual diam contohnya foto, ilustrasi, fleshcard, gambar, pilhan, dan potongan
gambar, filem bingkai, filem rangkai, OHP, grafik, bagan, diagram, poster,
peta, dan lain-lain
b.
Media
visual gerak contohnys gambar-gambar proyeksi bergerak seperti vilem bisu dan
sebagainya.
3.
Media
audio visual
Media audio
visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari
karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media audio
visual diam, (2) media audio visual gerak.
a)
Media
audio visual diam dianataranya TV diam, filem rangakai bersuara, halaman
bersuara, dan buku bersuara.
b)
Media
audio gerak dianataranya filem TV, TV, filem bersuara, gambar bersuara, dan
lain-lain.
4.
Media
serbaneka
Media serbaneka
merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi disuatau daerah,
disekitar sekolah atau dikolasi lain atau dimasyarakat yang daoat dimanfaatkan
sebagai media pengajaran. Contoh diantaranya: papn tulis, media tiga dimensi,
realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a.
Papan
(board) yang termasuk dalam media diantaranya: papan tulis, papan bulletin,
papan flannel, papan mahnetik, papan listrik, dan papan paku
b.
Media
tiga dimensi diantaranya: model, mockup, dan diorama.
c.
Realaita
adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan
realita missal,nya gurungan bawa kelinci, burung, ikan, dengan mengajak
siswanya langsung kekebun atau kepeternakan sekolah.
d.
Sumber
belajar pada masyaraktdiantaranya dengan kariya wisata dam berkemah Latuheru
(1988) menyatakan bahwa (1) media pemelajarn berguna menarik minat siswa
terhadap maetri pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna
dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan,
(3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kauat dan terpercaya.
Menurt Heinich,
Malenda, Russel (1989) dan Ildap Prayitno (1989) mengemukakannkeuntungan
penggunaa media dalam pembdelajarn adalah:
1.
Membangkitakan
ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konsep tual, sehingga mengurangi
kesalapahaman siswa dalam mempelajari nya.
2.
Meningkatakan
minat siswa untuk materi pelajaran.
3.
Memberikan
pengalaman nyata yang merangsang diri sendiri untuk belajar.
4.
Dapat
mengembanagkan jalan yang berkelanjutan.
5.
Menyediakan
penglaman-pengalaman yang tidak mudah di dapat melalui materi-materi yang lain
dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media
pembelajaran dan proses berpikir siswa. Manfaat positif dari penggunaan media
pemelajaran sebagai integral penagajaran dikelas adalah sebagai berikut:
1.
Penyampaian
pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar
penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
2.
Pengajaran
bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan
membuat siswa tetapnterjaga dan memperhatikan
3.
Pembelajaran
menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori belajar dan prinsip-prinsip
psikologi yang diterima dalam hal partisipasi siswa, upan balik, dan penguatan.
4.
Lama
waktunpengjaran yang diperlukan dapat dipersingkat untuk mengantarkan
pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya
dapat diserap oleh siswa
5.
Kualitas
hasil belajar dapat ditingkatkan.
6.
Pengajaran
dapat diberikan kapan dan dimana yang diinginkan.
7.
Sikap
positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar
dapat ditingkatkan.
8.
Peran
guru dapat berubah kearah yang lebih positif, dalam proses belajar mengajar.
B.
BERBAGAI
JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran banyak jenis dan
macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal.
Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada tersedia dilingkungan untuk
langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang. Berbagai sudut pandang
menggolongkan jenis-jenis media. Rudy Bretz (1971) menggolongkan media
berdasarkan tiga unsure pokok (suara, visual, dan gerak),
1.
Media
audio
2.
Media
cetak
3.
Media
visual diam
4.
Media
visual gerak
5.
Media
audio semi gerak
6.
Media
visual gerak
7.
Media
audio visual gerak
8.
Media
audio visual diam
Anderson (1976) menggolongkan 10 media :
1.
Audio
: kaset audi, siaran radio, CD, telepon
2.
Cetak
: buku pelajaran, modul, brosu, leaflet, gambar
3.
Audio-cetak
: kaset audio yangdilengkapi bahan tertulis
4.
Proyeksi
visual diam : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5.
Proyeksi
audio visiual diam: vilewm bingkai slide bersuara
6.
Visual
gerak: vilem bisu
7.
Audio
visual gerak: filem gerak bwrsuara, vido/Pvcd TV,
8.
Obyek
fisik: benada nyata, model, specimen
9.
Manusia
dan lingkunagan: guru, pustakawan, laboran
10.
Computer:
CAI Schraam (1985) menggolongkan media bedasarkan kompleksnya suara, yaitu:
media kompleks (filem, TV, video/VCD) dan media sederhana (slide, audiuo,
transfaransi, teks).
Selain itu
menggolongkan media berdasarkan jangkauanya, yaitu media masal (liputanya luas
dan serentak/radio, TV,), media kelompok (liputanya seluas ruanagan/kaset
audio, video, OHP, slide dan lain-lain), media indifidual ( utuk
perorangan/buku teks, telepon, CAI).
Hendrick, ddk
menggolongkan:
1.
Media
yang tidak diproyeksikan
2.
Media
yang diproyeksikan
3.
Media
audio
4.
Media
video
5.
Media
berbasis computer
6.
Multi
media kid.
Pada artikel
ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media
audio-visual. Jenis media belajar, diantaranya:
1.
Media
visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, karton, komik,
2.
Media
audial: radio, teprekorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.
Projected
still media: slide, overhead projector (OHP), LCD proyektor dan sejenisnya
4.
Projector
mation media: filem, TV, video (VCD, DVD, VTR), computer dan sejenisnya
5.
Study
Tourt media: pembelajaran langsung keobjek atau tempat seperti museum, candi,
dan lain-lain.
Sejalan dengan
perkembanagan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, procted still
media mauapun project motion media bisa dilakauakan secara bersama dan serempak
melalui satu alat saja. Yang disebut multi media contoh: xdewasa ini penggunaan
computer tidak hanaya bersifat projected mation media, namaun dapat meramu
semua jenis media yang bersifat inter aktif.
MEDIA VISUAL
1.
Media
yang tidak diproyeksikan
a.
Media
realita adalah benda nyaa. Benda tersebut tidak harus dihadirkan diruang kelas,
tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek. Misalkan untuk mempelajari
keragaman makhluk hidup
b.
Model
adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau
pengganti dari benda yang sesungguhnya penggunaan model untuk mengatasi kendala
tertentu sebagai pengganti realia.
c.
Media
grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui symbol-simbol
visual. Jenis-jenis media grafis :
1)
Gambar
/ foto :paling umum digunakan
2)
Sketsa
: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail.
Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan
memperjelas pesan.
3)
Diagram
/ skema :gambar sederhana yang menggunakan struktur dari obyek tertentu secara
garis besar. Mislanya untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel sampai
organism
4)
Bagan
/ chart : menyajikan idea atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna
sesuatu selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari
pengajian
5)
Grafik
: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, symbol verbal atau bentuk
tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misalnya untuk mempelajari
pertumbuhan
2.
Media
proyeksi
1.
Transparansi
OPH merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang
kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus
membelakangi siswa).
2.
Film
bingkai / slide adalah film transparan yang numumnya berukuran 35 mm dandi beri
3.
bingkai
2x2 inci.
MEDIA AUDIO
1.
Radio
Radio merupakan
perlengkapan elektroknik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang
bagus dan actual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa penting dan
baru, masalah-masalah kehidupan dsb.
2.
Kaset-audio
Yang dibahas disini
khusus kaset audio yang sering digunakan disekolah. Keuntungannya adalah
merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
MEDIA AUDIO-VISUAL
1.
Media
video
Merupakan salah
satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk
keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2.
Media
computer
Media ini
memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu
menampilkan teks, gerak, suara, dan gambar computer juga dapat digunakan secara
interaktif, bukan hanya searah. Bahkan computer yang disambung dengan internet
dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan
sumber belajar yang hamper tanpa batas.
V.
DAFTAR
PUSTAKA
Azhar
Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm.
82-87.
Anderson,
Ronald H. (1976). Selecting and Developing Media for
Instruction,.
Westcounsin: ASTD.
Cecep
Kustandi dan Bambang Sudjipto, Media Pembelajaran, (Bogor:
Ghalia
Indonesia, 2011), hlm. 33.
Heinich,
Robert, Cs. (1982). Instructional Media. New York: John Wiley &
Sons.
Nana
Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991). Media Pengajaran. Bandung:
Sinar Baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar